Katajiwa

Majalah Kebudayaan

by the river Piedra, I sat down and wept..

Pilar, wanita yang agak konservatif dan sekuler, bertemu dengan teman masa kecilnya, Sebastian, setelah lebih dari 10 tahun berpisah [1]. Meski jarak dan waktu banyak mengubah keduanya, ternyata cinta masa kecil masih tersimpan di hati mereka. Setelah bertemu di sebuah acara formal yang berlangsung di Madrid, Sebastian mengajak Pilar untuk menemaninya ke Bilbao, kemudian Saint Savin, sebuah desa kecil di dekat perbatasan Spanyol-Prancis.

Sepanjang perjalanan, terjadi percakapan di antara keduanya. Sebastian menceritakan apa yang sudah dan sedang ia lakukan pada tahun-tahun belakangan ini kepada Pilar, sedangkan Pilar mencoba menggali kembali ingatan Sebastian mengenai kejadian-kejadian yang pernah terjadi pada saat mereka kecil. Di samping percakapan interpersonal tersebut, Sebastian dan Pilar juga mengalami percakapan intrapersonal dengan diri mereka masing-masing mengenai cinta dan masa depan. Terjadi konflik di dalam hati keduanya,

Sebastian bimbang di antara dua pilihan: Apakah ia akan memilih untuk menjadi imam/pastor dan hidup selibat (tidak menikah) ataukah ia akan mengundurkan diri dari biara dan hidup bersama Pilar? Apakah dia akan memilih cita-cita yang sudah mewujud di hadapannya ataukah memilih mewujudkan cinta bersama Pilar? Apakah ia akan memfokuskan diri pada cinta dan pelayanan bagi semua umat manusia yang sudah menjadi penggilan hidupnya sejak kecil ataukah memfokuskan cintanya pada Pilar, wanita yang sejak kecil dicintainya?

Kondisi Pilar tidak jauh berbeda. Ia juga merasakan kebimbangan. Di satu sisi, ia masih mencintai Sebastian dan pria itu juga telah membuatnya kembali dekat kepada Tuhan. Namun di sisi lain, ‘Yang Lain’ -sebuah istilah yang dipakai oleh Coelho untuk suara alter-ego Pilar- selalu membujuk Pilar untuk memupus impiannya bersama Sebastian dan kembali ke kehidupan asalnya di Zaragoza. Sebastian saat ini bukanlah Sebastian yang dulu Pilar kenal. Sebastian telah menjadi tokoh yang dikenal dan ditunggu kehadirannya oleh banyak orang. Cintanya pada Sebastian bisa menjadi pengganggu atau penghalang terwujudnya cita-cita Sebastian.

Konflik batin dalam diri Sebastian dan Pilar berlangsung sepanjang perjalanan dari Madrid, Bilbao, Saint Savin hingga berujung di Biara Piedra. Ketika Pilar berhasil menyingkirkan ‘Yang Lain’ dari fikirannya dan siap menerima Sebastian apa adanya, laki-laki itu telah mengambil keputusan yang tidak diduga Pilar sebelumnya. Drama yang terjadi bisa dianalogikan dengan kisah klasik mengenai sepasang kekasih yang terdapat pada halaman 210-211 novel ini:

“Seorang anak laki-laki dan perempuan jatuh cinta setengah mati. Mereka memutuskan untuk bertunangan. Dan ketika itulah kedua calon mempelai saling bertukar hadiah. Anak laki-laki itu sangat miskin –miliknya yang paling berharga hanya arloji yang diwarisinya dari kakaeknya. Ketika ia membayangkan rambut kekasihnya yang indah, ia memutuskan menjual arloji itu untuk membelikan jepit rambut perak bagi kekasihnya.

Anak perempuan itu juga tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah bagi kekasihnya. Ia pergi ke toko milik pedagang paling sukses di kota itu, dan menjual rambutnya. Dengan uang yang didapat ia membelikan rantai jam emas bagi kekasihnya.

Ketika bertemu di pesta pertunangan, si anak perempuan memberikan rantai jam untuk arloji yang telah dijual kekasihnya, dan si anak laki-laki memberinya jepitan untuk rambut yang tak lagi dimiliki kekasihnya.”

Pada akhirnya, ‘Di Tepi Sungai Piedra, Aku Duduk Dan Menangis’ adalah kisah tentang melupakan dan melepaskan masa lalu dan memulai sesuatu yang baru..

 

Oleh MULYADI SYAMSURI

 

Catatan:

[1] Sebagai keterangan yang dirasa perlu, nama ‘Sebastian’ adalah nama rekaan penulis dan tidak terdapat dalam novel. Nama tersebut penulis pakai karena di dalam novel sesungguhnya, nama sang tokoh pria tak kunjung disebut oleh Paulo Coelho, sang penulis novel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 21, 2012 by in Opini and tagged , , , .
%d bloggers like this: