Katajiwa

Majalah Kebudayaan

Laila

Melangkah gadis kecilku dengan satu kaki

Laila manisku..

Kulit putih sepucat rembulan

Rambut tergerai sepekat malam

Dan mimpi besar setinggi bintang

Berkata gadis kecilku dengan tulus

“Aku tak bisa membenci malam

Karena aku mencintainya..

Bukan melebihi ibuku.. tapi cukup besar

Meski malam telah membunuhnya..”

 

Melangkah gadis kecilku dengan kaki satu

Meninggalkanku dalam gugu yang semakin pilu

Kurogoh di antara belahan dadaku lipatan kertas seharga kehormatan

Kubetulkan bedak dan lipstik andalanku

Semoga ada pelanggan demi kaki palsumu.. Lailaku..

 

Depok,10911

 

Oleh KAWAKO TAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 21, 2012 by in Puisi.
%d bloggers like this: