Katajiwa

Majalah Kebudayaan

Sang Peniti Angin

Maka lembut tuan berbisik

Pada angin tempat berpijak

 

“Kau tak sampai sehelai benang

bergantung pada ketiadapastian

Dan buailah pada kehampaan

karena berat bukan penjengkal pada keseimbangan”

 

Selangkah menapak, dua tergoyah

Setangkup terjamah, segala terkoyak

 

Bukan terbayar pada celaka

Bukan terbayar pada terlupa

Bukan terhutang pada terkata

Asalkan angin tak berubah arah

 

Oleh KAWAKO TAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 21, 2012 by in Puisi.
%d bloggers like this: