Katajiwa

Majalah Kebudayaan

Aku Mengubahnya Menjadi Phallus

Katakan padanya, ketika saya mengubur impian saya

 

Terlunta di antara paduraksa

 

Ei…

 

Apa karena saya memalukan bagimu?

 

Atau dengan idealisme itu?

 

Kau tahu?

 

Baiklah Bisma, aku kan hidup lagi

 

 

Lihat, aku mengubahnya

 

Menjadi phallus

 

Menjadi anak panah bagimu

 

Dan menjadi ranjang mu

 

 

Dan tanganku yang pernah menyematkan padma padamu

 

Kini berlumur mirah!

 

Aih, swasti kepadamu Yudhistira

 

Dan karena ini

 

Aku tuntas dendamku

 

 

Ku pepatkan dadaku

 

Ku ubah menjadi phallus

 

(srikandi menyeringai)

 

Oleh Indra Eka Widya Jaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 1, 2012 by in Puisi.
%d bloggers like this: