Katajiwa

Majalah Kebudayaan

Lelaki yang Gemar Menanam Hujan

ayahku adalah lelaki yang gemar menanam hujan

di doa ibu

pagipagi sekali ia sudah bangun, berwudhu,

lalu sujud sambil berdoa agar tanah mau menerima pinangannya

 

saat ufuk terbelah, ayahku sudah berada di kebunnya

cangkul dipapahnya, dan benihbenih hujan

masih berada disebuah kantong yang ia ikat dengan sempurna

sesempurna jabat ibu yang melepas ayah dari pakaian dapurnya yang tegar

 

ayahku menanam hujan dengan sangat hatihati

sebagaimana ia hatihati menyimpan ibu

dalam setiap benih hujan yang mekar

yang ditanaminya dengan tangannya sendiri, seperti waktu menanam ibu.

 

2012

 

Oleh Hasrul Eka Putra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 1, 2012 by in Puisi.
%d bloggers like this: