Katajiwa

Majalah Kebudayaan

Pendekar Hujan dan Harimau

: ayah

 

beberapa hari ini hujan turun lebat

langit melingkarkan dingin ke besi-besi pembatas jembatan

ke ujung-ujung kuku, ke timur yang enggan dilekati matahari

 

ada yang lama sekali tersesat di ulu dada

tak menemukan jalan kecuali dengan air

dari langit atau matamu.

 

 

setelah malam, aku ingin jadi pendekar

mengalamatkan keselamatan ke seluruhmu

hal-hal tertentu datang sebelum segalanya sedia.

aku bahkan tak mampu tahu

siapakah yang sedang berjingkat-jingkat

membuntuti usia kita

 

 

sambil mengelabuhi dingin kau bercerita

tentang gerhana cincin di desa. tentang gunung

yang menghanyutkan api ke dalam abu

tentang orang tua yang menyaksikan

kengerian terbang di sela-sela hutan dan senjata,

pada punggungmu aku senang menjadi bisu

 

 

dulu, di antara jalan menuju rumah ibu,

muncul seekor harimau yang

menelan perasaan-perasaanmu sebagai hidangan

hari ini ia datang kembali dengan ganjil yang sama

menyeberangkan takut ke rindu

pada sesuatu yang mulai berjarak dari punggungmu

 

Depok, 2012

 

 

Oleh Inung Imtihani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 1, 2012 by in Puisi.
%d bloggers like this: